Anak yang Merekam

Raditya Narendra, 5 tahun -myson- paling suka dengan ayam cryspi, sebenarnya sih karena kebanyakan resto ayam cryspi ini ada tempat mainnya, jadinya sering alasan lapar dan pengen makan ayam dijadikan alasan buat main ke sana.
Ada satu resto yang jadi favorit saya, karena ada wifi, colokan listrik dan tentu tempat main buat Radit yang bisa mengalihkan dia dari saya. haha agak jahat ya.. Selama anaknya maen, emaknya sibuk online.
.
Resto ini ga rame-rame amat, itu yang bikin saya suka banget, berasa punya privasi padahal di tempat umum. paling rame cuma 2-3 orang yang barengan di sana, dan kapasitas bisa menampung lebih dari 10 orang di lantai pertama aja.
.
di lantai 2, bentuk restonya outdoor, saya ga suka ke sana karena ga ada colokan, maklum hapenya hape murah, baterai suka soak kalo dicuekin lama-lama. xixi
.
Tapi suatu hari luluh juga dengan rayuan kak Radit, akhirnya makanlah kami di atas dan saya langsung kecewa begitu nyampe di sana, ga ada siapapun. Lebih parahnya, ga ada colokan listrik. akhirnya saya bujuklah anak semata wayang saya itu untuk kembali ke bawah, namun dia malah bilang gini, "Kenapa bunda? takut sendirian ya? gpp bunda, kan ada Allah yang menjaga kita, yang maha Melihat dan Mengetahui."
.
Tentu saya langsung speechless. Kenapa? karena kak Radit termasuk anak yang selalu dan sangat 'bergantung' pada saya. Umurnya hampir masuk SD, tapi kalo makan ga mau saya tinggal, meskipun cuma nemenin, saya harus 'terlihat' oleh dia. Padahal emak-emak itu rempongnya gak ketulungan ya. Akhirnya wejangan yang saya berikan adalah dengan meyakinkan dia bahwa tidak ada yang perlu dia takuti, karena Allah yang Maha Melihat, dekat dengan kita adalah pelindung terbaik kita. bla-bla bla

Percaya deh itu sebenernya lebih mirip omelan yang panjang. saya ga pernah yakin kalo itu bakal dia tangkap atau pahami, karena dia ya tetap begitu, kalo ada saya 'apa-apa harus sama bunda'
.
Tapi perkataannya di resto kala itu, membuat saya berpikir bahwa sebenarnya dia sudah merekam apapun yang dia dengar dan dia lihat. Kita cuma ga tahu kapan itu akan diputar kembali. Bagi Radit, saya adalah dunianya, dimana dia bisa bebas menyayangi dan disayangi.
.
Kadang kala kita mendengar teman kita yang sudah jadi orang tua, sering mendapatkan pertanyaan 'penasaran' dari anak-anaknya, yang bersambung kaya sinetron ituh, itu bikin sebel loh. Beberapa orang tua akan menjawab pertanyaan itu dengan kebohongan untuk menghentikan rentetan sambungan pertanyaan itu.
.
Misal ada anak yang bertanya, "Surga itu apa bund? Siapa aja yang tinggal di sana? Gimana bisa ke sana? Aku boleh main di sana ga? Allah dimana bund?" dsb
Mungkin kita akan telaten menjawab 1-2 pertanyaan di depan, tapi kalo udah kesal mungkin jawaban pamungkas akan kita keluarkan, "Pokoknya Allah itu ada. Jangan tanya lagi ya!"

Hal seperti ini pun nanti akan direkam oleh anak kita. kita hanya tidak tahu kapan dia akan memutarnya kembali.
.
Jadi bund, penting sekali untuk kita menjawab pertanyaan mereka dengan benar, kalau tidak tahu katakan bahwa kita tidak tahu dan mengajaknya untuk mencari tahu bersama. "Dimana ya Allah berada? Bunda lupa, tapi kayanya disebutin di Al-Qur'an, ayo kita cari bareng-bareng."
.
Penting juga kita menyediakan lingkungan yang baik untuknya, misalnya sekolah yang bagus, guru yang shalih dsb.
Akhir kata, semoga kita menjadi ibu dari pejuang-pejuang Islam yang mampu membangun dan memimpin dunia dengan cara yang diridhoi Allah SWT.
.
Jember, 26 September 2017
YHH
.

2 comments:

  1. Iya mbak, penting banget tuh yang namanya pendidikan anak. Agar masa depannya cerah, dan bisa baik dalam kehidupannya

    ReplyDelete

Feel Free to Voment :)