Wanita VS Wanita

Adalah sifat alami wanita memang, suka menyakiti, sadar atau tidak sadar, perasaan saudari (wanita) nya sendiri.
Lupakan kisah pelakor, istri sah dan suami yang berpoligami. Itu terlalu berat dan sensi untuk dibahas. Dalam hal kecil saja terkadang sesama wanita saling mencakar.
.
Ada.
Seorang wanita (type A) tidak punya akun medsos sama sekali dengan alasan 'mulia', takut kalo punya medsos malah tidak digunakan dengan baik, hanya untuk berkata lebay jinjay, karena semua itu nanti akan dipertanggungjawabkan.
.
Memang.
Tidak bisa dipungkiri, dengan punya akun media sosial, ada pintu-pintu negatif yang terbuka. Mungkin saja ada orang yang jadi mudah menebar aib, milik sendiri atau milik orang lain, dengan alasan curhat. Bisa juga terjadi ikhtilat. Duuhh.. (wanita Type B)
.
Tapi.
Masalahnya, terkadang wanita Type A tidak bisa melihat bahwa ada pintu-pintu kebaikan yang bisa saja di ambil oleh orang lain (wanita Type C).
.
Jadi.
Adalah sangat memuakkan bila si A ini menyombongkan diri di depan si C. Buat apa? Tahu apa yang di-posting si C aja gak, kan gak punya akun medsos. Inilah orang yang suka berasumsi lewat "katanya-katanya"
.
Ada lagi, ibu rumah tangga yang mengomentari wanita berkarir dengan sombong. Bikin mual!
Begini ya madam, tidak semua wanita bekerja itu sengaja menginginkan meninggalkan anak-anaknya untuk dititipkan ke tempat lain.
.
Tidak semua wanita juga punya rejeki berupa suami yang ridho istrinya cuma macak dan manak.
.
Tidak semua wanita, punya bakat mengontrol pekerjaannya dari rumah.
.
Tidak semua wanita punya pemahaman yang baik soal tanggung jawab hakiki wanita di dalam Islam. Zaman ini image wanita karir yang sukses lebih dikejar dan dipilih. Tapi sangat tidak adil juga kalau 'menghakimi' mereka semua dengan mengecap mereka 'menelantarkan anak'
.
Emangnya situ sudah pernah berada dalam keadaan dimana harus bekerja? Sudah mendakwahi satu-satu setiap wanita karir yang bekerja kalo bekerja itu hanya mubah, sehingga lebih baik kembali ke rumah dan memeluk anak-anak saja?
.
Emangnya situ mau, kalo tiba2 wanita2 karir itu datang kepada anda dan bilang "kalo gitu sist, mau berbagi atau bertukar suami sama aku, supaya sist tahu posisi saya dan saya bisa merasakan posisi anda."
.
No madam, ga semudah itu..
.
Jangan di sangka, wanita yang bekerja itu semuanya bahagia.
Menjadi ibu rumah tangga itu memang mulia, tapi jangan sampai itu membuatmu lupa bahwa saudarimu yang bekerja adalah wanita dan manusia juga.
.
Menulis adalah menahan diri dari mengumpat.
.
Jember, 27 September 17
YHH
.

4 comments:

  1. Wanita dengan pilihan dan segala konsekwensinya

    ReplyDelete
  2. Wanita harus bisa melihat sesuatu dengan persepsi seuai porsinya. Saling memahami aja dan netral rasanya semua akan baik2 aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo menurut saya, wanita bisa memang bisa memilih menjadi apa saja. tapi alangkah tidak bijaknya, kalo ada wanita yang merendahkan saudarinya tanpa tahu kondisinya sama sekali. dibantu aja kagak, malah ngerendahin..

      Delete

Feel Free to Voment :)