Belajar Menghargai Masa Lalu Orang Lain dari Legenda Toba

Toba, awalnya adalah seorang petani miskin yang ditakdirkan mendapatkan ikan ajaib saat memancing. Ikan itu kemudian menjelma menjadi seorang wanita cantik. Toba yang telah lama sendiri pun tidak tahan dan ingin menikahinya, sang wanita cantik bersedia menjadi istrinya dengan satu syarat : tidak pernah menyebut asal-usulnya yaitu bahwa ia (dulu) adalah seekor ikan.
.
Wanita cantik itu berperan sebagai istri yang baik, melayani Toba dengan sepenuh hati dan meberinya seorang anak lelaki, yang ia beri nama Samosir. Sayangnya mereka tak pandai mendidik anak, Samosir tumbuh menjadi anak yang malas dan manja.
.
Pun, ketika Samosir mendapat tugas mengantar bekal makanan untuk ayahnya yang berkerja di ladang. Bukannya malah diantar pada ayahnya, bekal itu ia habiskan sendiri di jalan, melupakan ayahnya yang kelaparan, kepanasan dan kelelahan karena bekerja.
.
Setelah banyak kali terjadi, Samosir tak jera juga meski telah dinasihati dan diperingatkan. Toba pun marah dan mengungkit asal mula ibunya (yang adalah ikan) pada Samosir.
.
Kaca telah retak, janji telah dilanggar. Ayah Toba tidak tahu bahwa ia telah melakukan kesalahan hingga hujan badai datang dan meneggelamkan tanahnya, istrinya kembali ke sungai dan berubah menjadi ikan. Samosir yang sebelumnya telah mendapat peringatan dari sang ibu telah menyelamatkan diri ke sebuah bukit kecil. Pada akhirnya Samosir kehilangan ayah dan ibunya, selanjutnya ia hidup dengan berjuang sendiri.
.
Genangan air akibat hujan badai itu menjadi danau yang kemudian diberi nama danau Toba, sementara bukit tempat Samosir berlindung disebut pulau Samosir.


Ini legenda yang terkenal dari Sumatera Utara. Hampir semua orang tahu kisah ini sekalipun bukan orang Sumatera Utara.
.
Legenda ini juga mengajarkan kita bagaimana menghargai masa lalu orang lain. Bagi wanita cantik istri Toba, ikan adalah masa lalu yang ingin dia kubur, karena itu ia tidak ingin siapapun mengungkitnya. Baginya, masa lalu adalah luka yang terbuka, dan mengungkitnya hanya akan menambah garam di atas luka, luka semakin perih dan tak pernah sembuh.
.
Banyak dari kita memiliki masa lalu yang buruk, yang hari ini menemukan kebaikan untuk berubah, bukan berarti bisa melupakan hal buruk yang pernah terjadi, bahkan terkadang dihapus sebagian tidak bisa.
.
Meski begitu, luka memang bukan untuk dihapus. ketika dia ada, maka dia akan berdampingan, sebagai pengingat, sebagai pembelajaran.
.
Manusia, meskipun mudah tersakiti, namun sebenarnya juga mudah berdamai. Luka sekalipun tak bisa hilang, Orang masih mampu berjalan menatap masa depan. Mereka masih bisa berjuang, sekalipun sendirian, karena ada bekas-bekas.
.
Manusia juga tak pernah bisa lepas dari perhatian, entah itu karena memang mencari perhatian atau diberi perhatian karena interaksi sederhana dalam sehari-hari. Masalahnya, terkadang perhatian ada yang baik dan ada yang buruk.
.
Sesungguhnya apa yang dilakukan Toba dengan menyebut asal-usul istrinya karena kemarahan pada Samosir juga adalah bentuk perhatian. Perhatian yang menyakitkan. Hidupnya yang bahagia kemudian hilang. Beserta dirinya.
.
Seperti istri Toba yang mempercayakan masa lalunya pada suaminya, di sekitar kita juga ada banyak orang yang kita tahu masa lalunya berharap bisa menjadi teman kita tanpa mempermasalahkan masa lalu mereka. Toh, kita sebenarnya tak memiliki hubungan apapun dengan masa lalu siapapun.
.
Maka eloklah bila kita tak berbuat seperti ayah Toba, luka masa lalu adalah milik mereka, sementara kita memiliki mereka di masa ini dan masa depan.


Jangan menyalahkan seseorang yang berjuang sendirian untuk keluarganya, masa lalu terkadang membuat mereka terpaksa menjadi seperti itu. Toh, mereka tak pernah memintamu untuk berjuang bersama.
.
Jangan sombong sayang, hanya karena kau memiliki tim untuk berjuang bersamamu. karena itu tak pernah abadi, anak-anak, pasangan dan keluarga suatu saat bisa diambil kembali oleh sang Maha Pemilik Semesta, mungkin untuk kau merasakan pula masa lalu orang yang pernah kau ungkit.
.
Hubungan yang baik bisa rusak, atau bahkan hilang. Karena setiap orang memiliki lelahnya sendiri, namun ketika lelah yang tak pernah ada hubungannya dengan kita, dianggap sebagai hal yang salah. Dimana hati nurani kita?
.
Jember, 09 Oktober 2017
YHH
.

0 comments:

Feel Free to Voment :)