Cerita Hebat Mengenai Keberagaman

Jikalau kita bicara mengenai keberagaman, perbedaan adalah hal mutlak di dalamnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa keberagaman ada di sekitar kita, perbedaan ada di sekitar kita. Perbedaan agama, ras, suku, bahasa, warna kulit, strata sosial dsb.
.
Hal ini pun telah disebutkan di dalam AlQur’an Surat Al-Hujarat Ayat 13: "Hai manusia, seseungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang lakilaki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah, ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
.
Imam Ibnu Jarir At-Thabari menjelaskan ayat tersebut dengan lebih terperinci sebagai berikut : Allah SWT berpesan, "Sungguh Kami menjadikan bangsa-bangsa dan suku-suku ini untuk kalian, wahai manusia, agar kalian saling mengenal satu sama lain dalam ikatan kekerabatan, bukan untuk keunggulan bagi kalian, tetapi kekerabatan yang mendekatkan kalian kepada Allah. Justru yang paling mulian di antara kalian adalah yang paling takwa kepada Allah." 
.
Dalam ayat yang lain juga berbunyi : "Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalamkehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka daat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (QS Az-Zukhruf 43:32). 
.
Oleh karena itu, kemajemukan masyarakat adalah realita Illahi. Secara fitrah dan hakiki masyarakat memang plural. 
.
Dalam menghadapi perbedaan maka kita memerlukan sikap toleransi. Toleransi didefinisikan sebagai kata sifat dari toleran yang bermakna : " bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri. 
.
Bahkan di dalam Al-Qur'an hal ini telah disebut, "Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik (dalam urusan dunia) dan berlaku adil terhadap orang-orang (kafir) yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya, Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (QS. Al-Mumtahanah : 8).
.
Jika berbicara mengenai cerita atau hal hebat mengenai keberagaman, maka patut bagi kita untuk melihat sejarah. Tentang toleransi yang indah dan tentang toleransi yang sebenarnya.


Wilayah Spanyol dalam naungan Khilafah dikenal sebagai masyarakat dengan 'tiga agama'. Di dalamnya kaum muslim hidup berdampingan dalam damai dengan umat Nasrani dan Yahudi. Justru pada saat kekuasaan diambil alih oleh Ratu Isabelle terjadilah perpecahan dan genocide. Pemaksaan agama kepada umat Non-Kristen bahkan dengan cara kekerasan. 
.
Dengan runtuhnya Granada pada tahun 1494 M dari tangan umat islam ke tangan Kristen, menurut  Jane I. Smith dalam bukunya, Islam and Christendan, hilanglah tolerensi beragama atau kedamaian dalam berniaga. Timbullah penindasan di luar kemanusiaan, umat Islam dipaksa melakukan konversi atau alih agama ke Kristen. Jika tidak mau konversi, harus meninggalkan Spanyol. Namun, tidak dibenarkan membawa putra-putrinya. Umumnya, mereka tidak sanggup meninggalkan putra-putrinya, mereka memilih masuk Kristen. Apabila tetap tidak mau konversi, dibakar hidup-hidup atau autodafe. Selain itu, juga dibangkitkan di seluruh Spanyol gerakan AntiSemitisme. Artinya Anti Islam dan Anti Yahudi, hal yang ini, tidak pernah terjadi pada masa Islam.


Realitas empirik telah membuktikan bahwa Islam tidak memiliki masalah dengan pluralitas atau keberagaman, bahkan mengakui dan menghargainya. Perlindungan Islam terhadap akidah tidak hanya berlaku bagi muslim saja, tapi juga bagi umat beragama yang lain.
.
Praktik hidup berbhineka, majemuk, plural atau apapun sebutannya telah menjadi catatan emas dalam sejarah dunia yang ditorehkan umat Islam dan para khalifah mereka. Tak ada diskriminasi, gap atau hak privilege pada satu kelompok di atas kelompok lain. Wallâh a’lam bi ash-shawâb. 
.
Jember, 14 Oktober 2017
YHH
.
Sumber :
a.    Api Sejarah 1 – Ahmad Mansyur Suryanegara
c.    Wardah Abeedah
.


0 comments:

Feel Free to Voment :)