Antara Saya, Naskah Drama dan Naskah Kehidupan

Dulu, saya pernah membuat naskah skenario (yang ga selesai sampai sekarang) dan saya beri judul “KIDUNG CINTA RATU MAJAPAHIT”. Iya ini emang niatnya bikin drama kolosal romantis, 1 episode saya target 60 menit, untuk naskah skenario, durasi 1 menit berarti 1 halaman, itu artinya untuk 1 episode aja saya harus menulis 60 lembar. Susah bingit!
..
Soal KCRM, itu emang dibuat dengan setting masa kerajaan Majapahit dari zaman Raden Wijaya – Raden Kalagemet – Dyah Gitarja (Tribuana Tungga Dewi), dengan fokus utama pada kisah Dyah Gitarja. Sekalipun setting waktunya adalah sejarah, aslinya ini adalah cerita fiksi. Karena itu ada beberapa karakter tambahan, bahkan sebagai pelaku utama, salah satunya adalah Arumdana. Dia pemuda yang jatuh cinta pada Dyah Gitarja tanpa tahu bahwa Dyah Gitarja adalah seorang ratu.
..
Dalam sejarah, suami Dyah Gitarja adalah Raden Cakradara. Salah satu konfliknya, Dyah Gitarja tidak bisa menikah dengan Arumdana karena Arumdana tidak punya kasta, Dyah Gitarja harus menikah dengan seorang ksatria untuk tetap bisa menjadi ratu.
..
Konflik lainnya adalah pada Gajah Mada, ia mencintai adik Dyah Gitarja yaitu Dyah Wiyati, tapi karena kematian Raden Kalagemet (menurut sejarah dibunuh oleh Ra Tanca), Dyah Gitarja memiliki kecurigaan bahwa mungkin kakaknya dibunuh oleh Gajah Mada (atas perintah adiknya) sehingga sebagai ganti, Dyah Gitarja meminta kesetiaan penuh pada Majapahit dan mengancam akan membuang Dyah Wiyati jika Gajah Mada menolak. Ini kemudian menjadi salah satu motif bagaimana Gajah Mada bisa menjadi orang besar di Majapahit. Pada akhirnya Dyah Wiyati menikah dengan Raden Kudamerta.
..
Pada waktu menulis naskah ini, kesulitan terbesar adalah mencari sumber sejarahnya. Karena emang ga pake modal kecuali google, yang kebenarannya sangat dipertanyakan. Ada banyak informasi tapi semuanya sepenggal-sepenggal. Meskipun dasarnya adalah cerita fiksi, tapi untuk yang sudah diyakini sebagai sejarah, saya tidak berani merubah. Karena itu saya memilih ‘menambah’ karakter daripada mengubahnya.


Akhirnya, saya nyerah. Ga ada niat untuk melanjutkan meskipun saya merasa ini bakal jadi drama yang bagus. Kecuali kalo suatu saat ada seorang tiba-tiba datang dan berkata, “Saya sudah meneliti kisah raja-raja Majapahit dari awal sampai akhir dengan sangat detail. Ayo kita bekerjasama membuat sebuah drama.”
Saat itu saya pasti akan berdiri dan menyambutnya, bahkan meskipun nanti dikatakan sebagai asistennya pun ga masalah. Hehe
..
Tapi sekarang saya ingin membuat drama dengan genre history religi saja.
..
Apa sih yang ingin coba ku katakan dengan menceritakan kisah ini. Hikmahnya (menurut saya), terkadang kita tidak membaca semua tanda dengan benar dalam membuat sebuah keputusan. Atau membaca tanda dengan salah.
..
Saya begitu bersemangat membuat naskah, tapi sumber2 saya bermasalah, terlalu banyak dan mengerjakannya sendirian. Saya tidak memastikan dan mantap memilih satu sumber. Karena itu menurut saya wajar kalo saya menyerah.
..
Dalam hidup kita juga begitu, ketika mengambil suatu keputusan kita berusaha mendapatkan banyak ‘tanda’. Berharap kemudian itu menjadi keputusan yang benar dan membuat kita bahagia. Misalnya kita sudah membuat keputusan A dengan semangat dan menggebu-gebu. Dengan A kita membayangkan segala naskah happy ending yang bisa memuaskan semua orang. Ternyata ada satu tanda krusial yang lupa kita pikirkan masak-masak, dimana dengan adanya tanda krusial ini membuat kita harus memilih keputusan B yang belum tentu bisa happy ending. Kecuali kalo ada orang yang datang dan berkata, “Tenang, mari kita pilih A saja, aku yang mengatasi tanda krusial itu.” (ngarep.com)
..
Sama seperti ketika saya menulis KCRM, ketika menggambarkan sebuah adegan, kemudian dari sumber berbeda saya mendapat paparan sejarah berbeda yang membuat adegan yang saya gambarkan tidak sesuai dengan paparan tsb. Padahal saya merasa adegan itu adalah adegan yang bagus, drama korea aja lewat. Saya hapus adegan itu, dengan sangat kecewa.
..
Kita bisa saja berencana apa saja dengan happy ending yang bagaimanapun bisa kita rangkai. Tapi terkadang rencana kita tidak cocok untuk jangka panjang, padahal kalo berhenti di tengah jalan kita mungkin saja bisa mati. Maka memilih jalan lain yang terasa lebih sulit akan lebih baik.
..
Ya seperti masa depan, kita tidak bisa mengendalikannya, ada takdir tuhan yang bermain di sana. yang bisa kita lakukan adalah menulis rencana, yang kita anggap terbaik, dengan resiko paling sedikit. Haha
..

Siapapun yang sedang kecewa. Tetaplah bersemangat!!
..
Jember, 12 Desember 2017
YHH
..

0 comments:

Feel Free to Voment :)